Daun, Pohon, dan Angin

•April 8, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Jika Kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan cintamu. Cinta tidak membutuhkan keraguan, Tunjukan saja !!”

POHON
Alasan mengapa orang2 memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA. Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb, dia sangat peduli dengan orang lain dan religius tapi dia hanya wanita biasa saja. Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya. Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak  serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. Aku merasa dia adalah “sahabatku” dan aku akan memilikinya tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tau aku mengejar gadis2 lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun. Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata “lanjutkan saja” dan setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak dan merah. Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, but aku tertawa dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas untuk menangis. Dia tidak tau bahwa aku kembali dari latihan sepakbola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama sejam-an.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi
meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tau bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih. Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang ingin dia katakan padaku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tau pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa. Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di Handphoneku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis. SMS itu berbunyi, “
Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak  memintanya untuk tinggal?”.

 

 DAUN
Selama SMA, aku suka mengoleksi daun2, kenapa? Karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali selama ini  membutuhkan banyak kekuatan. Selama 3 thn di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat”. Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, Aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya – CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi. Aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga
menyukaiku, but mengapa dia tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sakit. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya hanya untuk seorang teman? Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tau kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan? Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberinya perhatian, menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telephonenya setiap malam, mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tau sesibuk apapun dia, dia pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. Luka dan sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini. Ketika diakhir tahun ke 3, seorang pria mengejarku. Dia adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan2 yang telah ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil dihatiku. Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku. Aku tau Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik. Akhirnya Aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak  memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku. “
Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal?”

  

ANGIN Karenna aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat 8Bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat. Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika 1 bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan kami bermain sepak bola.Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu hari, dia tdk tampak, aku merasakan kehilangan. Seniorku juga
tidak ada saat itu, Aku pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang memperhatikan daun. Air mata mengalir di mata daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan
kepadanya. Dia sangat kaget. Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan. Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu Karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan kata2 tersebut dan pelan dia mulai berkata padaku dan menerima kehadiranku dan telp ku. Aku tau orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukai aku. Selama 4 bln, Aku tlah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya. Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan .. tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku. Aku bertanya, “apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?”, dia berkata, “aku menganggukkan kepalaku”. “Ah?” Aku tidak percaya apa yang aku dengar. “Aku menganggukkan kepalaku” dia berteriak. Aku meletakkan telp, berpakaian dan naik taxi ketempat dia, dan dia membuka pintu, aku memeluknya kuat2. “
Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal?”.

Jawaban Disaat Kita Memohon…

•April 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan
penderitaanku.
Allah menjawab, Tidak.
Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi
agar kau
mengalahkannya.

Aku meminta kepada Allah untuk
menyempurnakan
kecacatanku.
Allah menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah
sementara.

Aku meminta kepada Allah untuk
menghadiahkanku
kesabaran.
Allah menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan;
itu tidak
dihadiahkan, itu harus
dipelajari.

Aku meminta kepada Allah untuk memberiku
kebahagiaan.
Allah menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat.Kebahagiaan adalah
tergantung
padamu.

Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan
penderitaan.
Allah menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian
duniawi dan
membawamu mendekat
padaKu.

Aku meminta kepada Allah untuk
menumbuhkan rohku.
Allah menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi
Aku akan
memangkas untuk
membuatmu
berbuah

Aku meminta kepada Allah segala hal
sehingga aku
dapat menikmati hidup.
Allah menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat
menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Allah membantuku
mengasihi orang
lain, seperti Ia
mengasihiku.
Allah menjawab.. Ahhh, akhirnya kau
mengerti.

HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN .
Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang,

Tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya.

Eh iya..

•April 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Eh iya… terakhir tgl 10-20 maret 2008 kemaren.. sempet jalanin lagi.. !!#$^$^*^&@% ih… menyebalkan, bikin ringam, nyesel, ribet, dan ruuuuuggiiiiiiii…….!!!! grrrr… sepertinya ini terakhir… Nian Apo… hahahahaha 

Sekarang Sudah 2008

•April 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lama Sekali… Banget.. dan rasanya aku sedikit lupa… disini aku punya “cerita lalu” yang lama terbenam di internet. setelah post tulisan ini aku pasti baca lagi…

Sekarang semuanya sudah berbeda.. jauh berbeda.. bahkan tidak ada satupun dugaan saat itu menjadi kenyataan, kebanyakan aktifitas dan hobiku yang baru terasa jauh lebih menyengkan… lebih dekat ke hidup yang sehat.. pastinya sangat menyenangkan…
kehidupan sudah terasa lebih tenang dan tertata rapi.. bertahap semua tersusun dengan baik.. syukurlah semua itu bisa ku lalui.. satu titik balik yang memberi hikmah luar biasa bagiku… “allahhuakbar”

Kedewasaan adalah Proses.. Bukan Tujuan

•Agustus 10, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak orang yang berusaha untuk merubah perilaku dan kebiasaan agar jadi lebih dewasa, namun terkadang melupakan apa itu hasil kedewasaan… ada sebagian orang yang berubah menjadi dewasa atas dasar seseuatu… misalnya demi orang yang di cintai… dan cara yang seperti ini sangat manjur.. pasti berhasil.. dalam waktu singkat kita sudah bisa merubah semua kebiasaan, misalnya boros.. merokok… pemales… gak suka dandan… dll… nah hal itu terkesan terlalu cepat dan singkat.. itulah yang membuat semua perubahan yang terjadi bukan sebagai hikmah yang bisa di jadikan pedoman nantinya saat ada keinginan untuk kembali melakukan kebiasaan itu… karna dengan seperti itu, kita tidak menjadi diri kita sendiri.. kita hanya ingin terlihat sempurna di mata mereka.. aku menjalani hal itu lebih dari 2 tahun.. menjadi seorang yang sempurna dimatanya.. namun secara perlahan, aku mulai menghianati itu.. hal2 yang sudah berubah secara perlahan kembali seperti semula.. dan pastinya itu tanpa sepengetahuannya… dan semakin lama akhirnya rasa itu berontak… dan membuat semua kesepadanan itu menjadi bertolak belakang.. alhasil.. berakhir dengan perpisahan… padahal sepanjang perjalan sudah sangat banyak hal yang terjadi… pengorbanan.. pertengkaran… kesedihan… dan kebahagiaan… aku menyesali itu semua.. dan semoga saya adalah orang terakhir yang menyesali hal itu… jika mencintai orang lain… jangan membuat kita melupakan diri kita sendiri.. tp bukan berarti kita hanya mikirin diri sendiri (egois). seperti pepatah ” JANGAN PERNAH MENDALAMI HATI SESEORANG JIKA HANYA AKAN MEMBUATNYA KECEWA”…. belajar dari pengalaman… semua itu membawa ku dalam satu semangat dan penyesalan dan sampai hari ini masih seimbang… that’s LOVE

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.